Integrasi TIK dalam Pembelajaran Kurikulum 2013

Info Kuipper School.
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mengakibatkan berbagai perubahan dalam segi kehidupan tanpa terkecuali perubahan dalam bidang pendidikan.

Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu yang mengalami dampak perubahan dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. 

Seluruh stake holder dalam manajemen satuan pendidikan harus memahami proses penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kegiatan pembelajaran.

Sembilan prinsip-prinsip integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kegiatan pembelajaran dijabarkan secara rinci sebagai berikut:
  1. aktif, artinya memungkinkan peserta didik dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna; 
  2. konstruktif, artinya memungkinkan peserta didik dapat menggabungkan ide-ide baru ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya; 
  3. kolaboratif, memung kinkan peserta didik dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya; 
  4. antusiastik: memungkinkan peserta didik dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan; 
  5. dialogis, artinya memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana peserta didik memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah;
  6. kontekstual, artinya memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan “problem-based atau case-based learning”; 
  7. reflektif, artinya memungkinkan peserta didik dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri; 
  8. multisensory, artinya memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik; 
  9. high order  thinking skills training, artinya memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dan lain-lain) serta secara tidak langsung juga meningkatkan “ICT & media literacy.”
Peleburan TIK dalm proses pembelajaran menyebabkan perubahan peran peserta didik dari pasif menjadi aktif, hal ini pula yang menjadi salah satu ciri penerapan kurikulum 2013.

Peran guru TIK menjadi lebih luas tidak hanya sebagai guru mata pelajaran tetapi memiliki peran terhadap siswa, guru dan tenaga kependidikan sehingga integrasi TIK dalam pembelajaran dan sistem pendidikan secara umum dapat berjalan optimal sebagaimana dirinci pada dibawah ini:
  1. Membimbing peserta didik di sekolah untuk mencapai standar kompetensi lulusan  pendidikan dasar dan menengah
  2. Memfasilitasi sesama guru dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran dalam pendidikan dasar dan menengah
  3. Memfasilitasi tenaga kependidikan dalam mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
Meskipun mata pelajaran TIK dihilangkan tetapi peran guru TIK dalam kurikulum 2013 justru menjadi lebih luas dan berat oleh seba itu semoga guru TIK serta seluruh stake holder pendidikan memahami besarnya peran guru TIK dalam Kurikulum 2013.

Informasi Terbaru

Back To Top