Pengelolaan Keuangan Sekolah dalam Implementasi MBS

Info Kuipper School.
Pendidikan di Indonesia pada saat sekarang ini sudah dilakukan secara otonomi hal ini dapat dilihat dari diberlakukannya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dengan harapan dapat mempercepat kenaikan kualitas dan proses dalam pendidikan di tanah air tercinta.

Pendidikan di Indonesia memiliki porsi anggaran yang besar dari APBN dibandingkan dengan sektor yang lainnya. Porsi anggaran yang besar memberikan peluang dan tantangan bagi seluruh stakeholder pendidikan terutama sekolah yang bersentuhan langsung dengan peserta didik yang merupakan objek sekaligus subjek pendidikan dan pemberlakuan MBS.

Tujuan dari penerapan MBS hanya dapat terlaksana dengan maksimal apabila seluruh pilar MBS diterapkan secara menyeluruh dan utuh tanpa ada sekat yang memisahkan antara pilar-pilarnya yaitu sebagai berikut manajemen sekolah yang baik, menerapkan dan melaksanakan Sistem PAKEM dalam pembelajaran, dan peningkatan Peran Serta Masyarakat (PSM) terhadap sekolah.

Manajemen sekolah menurut dalam UU sistem pendidikan diatur dalam Pasal 48 (1) dan pasal 51 (1) bahwa pengelolaan satuan pendidikan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip MBS/M serta Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik.

Kepala Sekolah yang berperan sebagai Pemimpin dan Manajer harus mempu menerapkan pengelolaan keuangan sekolah sebagaimana yang diatur oleh undang undang yaitu dalam pengelolaannya selalu berprinsip kepada keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabel. Manajemen sekolah terutama pengelolaan dana yang baik akan meningkatkan kepercayaan warga sekolah dan meningkatkan Peran Serta Masyarakat (PSM), yang pada akhirnya akan berimbas pada sistem pembelajaran yang PAKEM dan secara keseluruhan akan meningkatkan kinerja sekolah terhadap peningkatan kualitas dan proses pendidikan.

Kemampuan pengelolaan keuangan sekolah oleh kepala sekolah yang memenuhi prinsip-prinsip, efisien, transparan, akuntabel meliputi:
  1. Kemampuan dalam mengidentifikasi sumber-sumber keuangan sekolah berupa jenis-jenis sumber pemasukan keuangan sekolah.
  2. Mengelola keuangan sekolah melalui penentuan alokasi anggaran yang tepat dalam menunjang kegiatan sekolah, serta
  3. Kemampuan memahami mekanisme pertanggungjawaban keuangan sekolah, melalui kegiatan pelaporan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Akhirnya, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan besarnya alokasi dana pendidikan tidak akan berhasil dalam mencapaiu tujuan Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa jika tidak di tunjang oleh kompetensi kepala sekolah dalam mengelola keuangan sekolah.

Informasi Terbaru

Back To Top