Kompetensi Supervisi Akademik dalam Diklat Calon Kepala Sekolah

Info Kuipper School.
Kompetensi Supervisi adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap kepala sekolah, dalam sistem penyiapan calon kepala sekolah pemberian bekal awal terhadap kompetensi-kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh calon kepala sekolah melalui pemberian teoritik dan praktik terhadap peningkatan kompetensi calon kepala sekolah.

Kompetensi supervisi akademik adalah kemampuan kepala sekolah dalam membina/membimbing guru dalam meningkatkan mutu dan proses kegiatan pembelajaran. untuk meningkatkan dan mengasah kompetensi supervisi akademik calon kepala sekolah harus terlebih dahulu memahami pengertian dari supervisi akademik, Tujuan dan prinsip-prinsip dalam melaksanakan supeervisi akademik.

Banyak pengertian yang diungkapkan oleh para pakar pendidikan mengenai supervisi akademik salah satunya adalah Daresh, 1989 ia memberikan pengertian mengenai supervisi akademik sebagai berikut: "serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran". Tujuan dari supervisi akademik adalah mengembangkan kompetensi guru dan kurikulum dan mengembangkan MGMP dan membimbing  PTK.

Perencanaan supervisi akademik ditentukan oleh jenis supervisi yang dilakukan, pada saat sekarang ini supervisi klinis atau supervisi kontemporer lebih sering dilaksanakan. supervisi klinis terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap perencanaan konferensi, tahap observasi kelas dan tahap umpan balik konferensi. dengan kegiatan yang terarah dan terancana maka kegiatan ini dapat merubah perilaku guru dan meningkatkan kualitas dalam melaksanakan pembelajaran.

Kegiatan selanjutnya setelah melaksanakan perencanaan supervisi adalah tahap pelaksanaan supervisi. kegiatan supervisi meliputi meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran. keberhasilan pelaksanaan supervisi ditentukan oleh kemampuan dalam menentukan penggunaan teknik supervisi sesuai dengan situasi dan kondisi subjek atau guru yang akan dilakukan supervisi. Teknik supervisi dibagi menjadi dua jenis yaitu teknik supervisi individual dan tekik supervisi kelompok.
  • Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru yang memiliki maslah tertentu.
  • teknik supervisi kelompok adalah serangkaian kegiatan supervisi kepada dua orang atau lebih guru yang memiliki permasalahan yang sama
Kegiatan supervisi akademik diakhiri dengan tindak lanjut dari kegiatan supervisi yang terdiri dari kegiatan pembinaan berupa pembinaan langsung dan pembinaan tidak langsung, dan pemantapan instrumen supervisi yang akan diterapkan dimasa yang akan datang.

Kegiatan supervisi akademik lebih mengarah kepada peningkatan dimensi proses dan mutu pembelajaran oleh sebab itu kompetensi ini harus dikuasai dengan baik oleh setiap kepala sekolah.

Informasi Terbaru

Back To Top