Jusuf Kalla : Anak Desa Mempunyai Semangat Tinggi Dalam Belajar Ini Dia Faktanya

Info Kuipper School.
Keberhasilan pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa fasilitas diperoleh oleh siswanya, hal ini kembali disinggung oleh Wapres jusuf Kalla dalam sebuah kesempatan ketika menerima para pengajar yang telah mengikuti program Indonesia mengajar yang digagas Anies Baswedan jauh-jauh hari sebelum menjabat sebagai menteri pendidikan.

Semangat juang dalam menempuh pendidikan telah dicontohkan oleh beberapa tokoh pendidri bangsa, salah satunya adalah Sukarno yang dalam sebuah memoarnya menceritakan pengalaman ketika harus berangkat dari desa yang terpencil untuk menuntut ilmu ke Surabaya dibawah bimbingan HOS Cokroaminoto.

Pengalaman dan daya juang anak desa banyak yang patut dibanggakan, hal ini disinggung Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Selanjutnya ia menuturkan, pendidikan baru dibilang berhasil kalau bisa diterapkan langsung di lapangan atau dalam kehidupan sehari-hari.

"Kemarin waktu Menteri Pendidikan (Anies Baswedan) uraikan kultur baru yang agak rumit, saya bergurau sama Pak Jokowi (Joko Widodo). Saya bilang kita kan sekolah yang sederhana saja bisa jadi begini. Jadi sebenarnya pada akhirnya semua pendidikan itu uji pokoknya adalah di lapangan," kata JK.

Dalam kesempatan ini pula, JK menyinggung Susi Pudjiastuti yang ‎hanya lulusan SMP tapi bisa menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di pemerintahan saat ini. Ia melihat apa yang didapat Susi selama bersekolah langsung bisa diimplementasikan di kehidupan sehari.

JK juga menyampaikan anak-anak di desa lebih memiliki niat belajar dibanding anak yang tinggal di kota. Karena itu, 20% APBN dialokasikan pada pendidikan, agar pendidikan bisa menjangkau anak-anak di desa.

"Saya selalu katakan, anak desa sendiri fighting spirit-nya lebih hebat untuk belajar dari pada anak Jakarta. Cucu saya pergi ke sekolah jam 10, diantar mobil, AC, makan bawa bekal, dijemput. Coba anak desa jalan kaki 10 kilo untuk pergi sekolah. Spirit itu lebih hebat anak desa itu. Jadi Anda tinggal berikan sentuhan," tegas JK.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus pendiri Indonesia Mengajar, Anies Baswedan yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menambahkan pentingnya minat membaca ditingkatkan. Minat membaca harus dimulai oleh para orangtua dan guru.

"Itu gurunya, gurunya harus punya minat baca. Orangtuanya harus punya minat baca. Lalu anak-anaknya diajak punya minat baca," ungkap Anies.

Selain itu, Menteri Anies mendukung diterapkan jam baca di tiap wilayah di Indonesia. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menghabiskan malam hari dengan menonton televisi saja.

"Lalu bagi masyarakat di komunitas yang memiliki RT/RW, buatlah jam belajar, jam membaca. Jadi jangan hanya nonton TV tapi jam baca digalakkan. Kalau RT/RW bersemangat mengemban itu insya Allah yang lain-lain akan bersemangat," 

Jadi bagi anda yang kebetulan mengalami banyak kendala dalam menempuh pendidikan, atau berada di desa yang penuh keterbatasan, tidak perlu berkecil hati karena banyak contoh yanng dapat kita jadikan spirit untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu.

Begitu pula bagi yang dilimpahi dengan berbagai fasilitas belajar, agar meningkatkan semangat belajar yang lebih dari orang-orang yang mengalami banyak keterbatasan seperti yang dialami anak-anak desa.

Informasi Terbaru

Back To Top