Begal Kian Meresahkan Masyarakat, Terbukti!! Pendidikan Salah satu Jawaban Untuk Menanggulanginya

Info Kuipper School.
Maraknya penomena begal yang kian meresahkan masyarakat, tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian untuk menanganinya, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu meminimalisir segala macam bentuk kejahatan.

Pendidikan diyakini dapat meredam segala macam bentuk kejahatan, baik kejahatan kecil maupun kejahatan besar termasuk prilaku korupsi yyang semakin akut dan membahayakan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 Ada banyak akibat yangg disebabkan oleh rendahnya pendidikan dintaranya prilaku manusia yang tidak tersentuh dengan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang, serta menurunnya tingkat daya saing dalam pergaulan yang mengakibatkan kemiskinan serta memicu aksi kejahatan.

William J Baumol, Robert W Litan, Carl J Schramm dalam buku "Good Capitalism" menulis: Masyarakat yang pendapatannya sangat timpang akan rentan terhadap ketidakstabilan politik dan berbagai aksi kekerasan yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan."

Maret 2013, seorang pria di Desa Sitovo di utara Bulgaria, melakukan aksi bakar diri. Pria yang tidak memiliki pekerjaan itu menyiram tubuhnya dengan bensin dan berniat bunuh diri.

Sebagaimana dikutip dari Daily Mail, kepala rumah sakit tempat dimana pria itu dirawat, Dr. Daniela Kostadinova, mengatakan pria yang tak disebutkan namanya itu tak lagi tahan dengan kemiskinan yang menderanya. Ia bahkan tak mampu membeli roti untuk anak tunggalnya.

Pria itu merupakan orang keenam yang melakukan aksi serupa, sebagai bentuk protes kemiskinan di negerinya. Sebelumnya, lima pria lain juga bakar diri. Tiga dari mereka tewas, dua lainnya dalam kondisi kritis.

"Kesenjangan ekstrem, pada akhirnya, juga serangan terhadap demokrasi," kata Kaushik Basu, wakil presiden senior dan kepala ekonom Bank Dunia, Profesor Ekonomi di Universitas Cornell.

Kemiskinan dan kejahatan adalah mitra. Seperti yang dijelaskan oleh para ahli dari berbagai bidang, dari sosiolog hingga ekonom. Peringkat PBB dan Bank Dunia memperlihatkan angka kejahatan yang tinggi ada pada daftar hambatan yang menghambat pertumbuhan negara-negara berkembang. Kejahatan menghambat pertumbuhan komunitas dengan menghasilkan ketidakstabilan.

Itu sebabnya, sulit untuk membangun bisnis yang sukses di lingkungan penuh kejahatan dan tersingkir. Kemiskinan dan kejahatan berkembang biak akibat korupsi dalam pemerintah dan lembaga penegak hukum.

Kita sepakat, seperti yang juga dipertanyakan oleh seorang novelis The First Thing and the Last --yang juga seorang sosiolog-- Allan G Johnson dalam buku The Forest and The Trees: Sociology as Life, Practice, and Promise-- bagaimana bisa ada begitu banyak penderitaan dan ketidakamanan di tengah-tengah kelimpahan?

Jika kita melihat pertanyaan sosiologis, salah satu hal pertama yang kita lihat adalah kemiskinan itu tidak ada dengan sendirinya. Ini hanyalah salah satu ujung dari keseluruhan distribusi pendapatan dan kekayaan dalam masyarakat secara keseluruhan.

Namun, penyebab penting lain, di banyak negara, korupsi menjadi salah satu pemicu kemiskinan.

Menurut sebuah studi pada 2004 oleh World Bank Institute, di seluruh dunia, setiap tahun, US$1 triliun dibayarkan untuk suap. Banyak yang sepakat korban suap seringkali mereka yang hidup dalam kemiskinan di negara berkembang, di negara-negara kaya akan sumber daya, tetapi didominasi oleh pemerintah yang korup.

Sementara sebagian besar warga ini tetap sangat miskin, sering tinggal dengan US$1 per hari, pejabat terpilih mereka menumpuk kekayaan pribadi yang sangat besar, mengambil jutaan suap dari perusahaan yang ingin mendapatkan kontrak menguntungkan.

Penelitian oleh Transparency International menunjukkan bahwa dampak suap tidak hanya pada saat pembangunan, juga pelayanan kesehatan, tingkat melek huruf dan lingkungan.

Adagium yang telah lama kita kenal,"kejahatan tidak hanya timbul dari niat melainkankesempatan untuk melakukan, kejahatanitu terjadi", maka tak dapat dielakan agar manusia mempunyai daya tahan atas segala macam cobaan, dengan bekal keimanan dan pendidikan yang akan membentengi prilaku tak terpuji


Informasi Terbaru

Back To Top