Balada Kabupaten Termaju Yang Belum Optimal Dalam Pembangunan Pendidikan

Info Kuipper School.
Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten yang terletak di ujung barat Provinsi Jawa Barat, berbatasan langsung dengan Provinsi Banten, juga merupakan salah satu daerah penyangga Ibukota.

Dalam visi pembangunannya sejak era kepemimpinan Bupati Rachmat Yasin telah merumuskan untuk menjadikan sebagai "Kabupaten termaju" di Indonesia,

Visi besar ini bukan tanpa alasan, mengingat begitu banyak potensi sumber daya manusia yang dimiliki ditunjang pula dengan potensi sumber daya alamnya yang begitu melimpah.

Kabupaten Bogor mempunyai luas wilayah 2.071,21 km2,hampir tiga kali lipat luas daratan negeri Singapura yang hanya 710,2 km, dengan populasi penduduk berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 berjumlah 4.771.932 jiwa (2010) dengan Kepadatan 2.303,93 jiwa/km2, terbagi dalam 40 kecamatan, merupakan salah satu Kabupaten terbanyak jumlah penduduknya di Indonesia.

Dalam sebuah kesempatan, Bupati Bogor Nurhayanti menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2014, dalam Rapat paripurna bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Gedung Serbaguna II Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor, Senin (6/4).

Ia menyampaikan capaian kinerja yang di laksanakan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah melebihi target yang ditetapkan, hal tersebut bukan tanpa kerja keras dan kedisiplinan untuk mencapai keberhasilan tersebut.

Diakui untuk capaian PAD kabupaten Bogor yang mencapai 5,3 triliun, merupakan lompatan besar diantara kabupaten yang ada di Indonesia, tetapi PAD tersebut belum secara optimal mensejahterakan masyarakatnya, begitupun dalam bidang pembangunan pendidikannya.

“Pelaksanaan APBD 2014, diawali dengan realisasi pengelolaan APBD Pemkab Bogor tahun 2014. Untuk kelompok pendapatan daerah dari target yang ditetapkan 5,1 triliun terealisasi 5,3 triliun realisasi yang dimaksud yaitu dari PAD 1,7 triliun, dana perimbangan 2,4 triliun, pendapatan yang sah 1,1 triliun. Harus kita akui bahwa jumlah tersebut telah berada jauh diatas rata-rata kontribusi kabupaten/kota di Indonesia,” ujar Yanti.

Lebih lanjut Nurhayanti mengatakan, kedepannya potensi riil PAD akan terus dioptimalkan lagi untuk terus meningkatkan PAD Kabupaten Bogor. Mengenai perkembangan dan kemajuan yang dicapai dalam pelaksanaan kebijakan perioritas tahun 2014, terdapat enam perioritas yang telah diselenggarakan masing-masing OPD. Yang pertama peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, telah merealisasikan sejumlah kinerja pendidikan pada tahun 2014 sejumlah kinerja untuk meningkatkan aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan melalui operasionalisasi 30 SMP terbuka, 17 SMP Kelas jauh, 15 SD/SMP satu atap, penyelenggaraan kelompok belajar paket A setara SD, Paket B setara SMP.

“Selain itu, kami telah berhasil merehabilitasi 472 ruang kelas SD, penambahan 353 ruang kelas baru SD, 53 rkb SMP, 24 ruang kelas SMP/SMK, pengadaan lahan untuk satu SD, empat SMP dan satu SMAN/SMKN. Serta pembangunan 4 unik gedung baru SMP, dan lima unit gedung baru SMKN/SMAN,” tuturnya.

Patut jadi catatan pencapaian dalam bidang pendidikan masih menyisakan persoalan, karena masih tingginya angka partisipasi belajar yang belum optimal, serta penomena angka putus sekolah yang masih tinggi, juga persoalan banyaknya sekolah yang masih kekurangan guru.

 Perempuan yang akrab disapa Yanti menambahkan, untuk urusan kesehatan, dalam rangka peningkatan status gizi masyarakat pengadaan obat essensial mencapai 100 persen. Pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 100 persen, cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan mencapai 100 persen. Mengenai peningkatan daya saing perekonomian daerah berbasis pedesaan peningkatan ketersediaan dan cadangan pangan serta penanganan kerawanan pangan, melalui kegiatan tercapainya swasembada benih padi unggul bersertifikat pada tahun 2014 terealisasi sebanyak 124 ton, produksi telur dari target 48 juta kilogram terealisasi 49 juta kilogram per tahun. “Untuk tingkat konsumsi protein hewani asal ternak dari target 5,48 gram kapita/hari terealisasi 5,57 gram kapita/hari, dan tingkat konsumsi ikan dari target 24,7 kilogram/kapita/tahun terealisasi 25,18 kilogram/kapita/tahun” katanya.

Sementara pada sektor pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke obyek wisata di Kabupaten Bogor baik wisatawan nusantara maupun wisatawan nusantara maupun mancanegara dimana pada tahun 2014 dari target 4,2 juta wisatawan terealisasi sebanyak 5,01 juta wisatawan.

“Upaya lainnya melakukan diversifikasi produk wisata dan peningkatan destinasi wisata yaitu dengan menjadikan kampung budaya sindang barang situs batu tulis ciaruteun, kampung adat urug di Kecamatan Sukajaya. Bellacampa, kampung cina, pura parahyangan agung jagatkarta dan 19 benda cagar budaya sebagai lokasi andalan,” tukasnya

Dari satu sisi pencapaian yang telah diraih oleh pemerintah kabupaten Bogor patut mendapat Apresiasi, tetapi perlu ditegaskan agar “pembangunan pendidikan” perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius, untuk mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor, serta dengan bersungguh-sungguh untuk mencegah dan menutup kebocoran anggaran yang begitu besar, yang menyebabkan Visi kabupaten “Termaju” menjadi berat untuk terealisasi, serta kesejahteraan hanya menjadi wacana diatas kertas semata.

Informasi Terbaru

Back To Top