4 Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Memperoleh Beasiswa Pendidikan Luar Negeri

Info Kuipper School.
Proses mendapatkan beasiswa seperti melakukan sebuah perjalanan. Kadang ada hambatan, mungkin juga menemukan kegagalan. “Masalah mendapatkan beasiswa ini memang kombinasi antara usaha, daya tahan, dan keyakinan. Usaha dalam artian kita harus terus mengembangkan diri dan berusaha terus dalam berbagai aplikasi. Daya tahan maksudnya agar tak pantang menyerah meski gagal mendapatkan 1-2 beasiswa. Dan keyakinan kalau memang luar negeri adalah destinasi hidup kita selanjutnya.”

Berikut ini akan kami coba bagikan informasi pengalaman seorang Ridwansyah Yusuf Achmad, mahasiswa program post-graduate Erasmus University Rotterdam , bagaimana ia berhasil mendapatkan beasiswa NFP (Netherland Fellowship Programme), sebuah beasiswa bergengsi dari Kerajaan Belanda, menurutnya paling tidak ada empat hal yang harus dilakukan saat mengajukan beasiswa. Yaitu:
  1. Tentukan dan daftar di kampus yang ingin dituju  : Yusuf sudah menentukan Belanda sebagai negara tujuannya untuk melanjutkan S2. Selain karene centre of excellence dalam dunia pendidikan, Belanda juga menawarkan kenyamanan hidup khususnya buat orang Indonesia. Di Belanda sangat banyak komunitas Indonesia yang membuat kita merasa berada di rumah meski jauh dari rumah. Dan untuk universitas pilihan jatuh kepada Institute of Social Studies, Erasmus University Rotterdam (ISS). “Kampus ini dikenal sebagai kampus yang sangat sosialis. Menarik buat saya untuk belajar di sini. Ditambah lagi Erasmus University Rottedam dulunya bernama Handels-Hogeschool, ini adalah kampus yang dulu pernah menjadi tempat kuliah Bung Hatta, salah satu tokoh panutan saya.” Jelas Yusuf yang memilih program master di bidang Governance, Policy, and Political Economy. 
  2. Mencari beasiswa dan IELTS ; Beasiswa untuk program S2 sebetulnya lebih banyak dibandingkan program S1. Kita bisa mencari yang sesuai dengan kapasitas kita juga benefit yang kita harapkan. Namun yang paling penting, perhatikan syarat-syaratnya. Ada beasiswa yang mensyaratkan kita sudah harus diterima dulu di universitas tempat kita akan melanjutkan S2. NFP mensyaratkan seperti itu. Selain itu adalah IELTS. “Sekitar 3 bulan saya menyiapkan IELTS saya secara mandiri, bermodalkan buku IELTS karangan Baron’s saya menjajal semua soal tersebut. Singkat kata saya mengambil tes ujian IELTS pada tengah Desember 2011 dan pengumuman pada Januari 2012. Alhamdulillah saya mendapatkan nilai IELTS 7.0” jelasnya. 
  3. Berdoa; Manusia berencana, namun semua dapat terjadi atas kehendak Allah SWT. Banyak-banyaklah berdoa, karena kita tidak pernah tahu keajaiban yang tuhan berikan kepada kita. “Saya men-submit semua aplikasi saya awal Februari 2012. Dan setelahnya saya langsung mendapatkan konfirmasi dari NFP, serta email dari ISS yang menyatakan ‘Kami telah menerima berkas NFP anda, namun kami tidak bisa menjanjikan akan mendapatkan tempat karena deadline aplikasi untuk ISS adalah 15 Januari’. Yah lemes deh saya. Tetapi di akhir Februari 2012 saya mendapatkan email kembali dari NFP dan ISS, ‘You are eligible to proceed in this Scholarship, we will inform soon we made decision on your application’ Alhamdulillah melegakan banget.” Terang Yusuf yang juga mengakui kekuatan doa, dan pada 25 Mei 2012 barulah ia mendapatkan email konfirmasi yang menyatakan dirinya berhasil mendapatkan beasiswa dari NFP untuk studi S2 di Erasmus University Rotterdam. 
  4. Tentukan “Passion; Impossible stands for I’m possible. Jadi tidak ada yang tidak mungkin untuk kita raih. Berjuanglah untuk impian masa depan. Siapkan diri sejak sekarang. Pasti ada jalan untuk meraihnya. Yusuf berpesan, “Passion juga penting karena akan jadi kekuatan tersendiri bagi kita dalam berjuang mencari beasiswa. Kamu harus yakin dan meyakinkan diri kamu agar kamu terus terpacu dalam mengejar mimpi. Dan kamu harus mau menantang dan melewati zona nyaman kamu dalam berjuang.” Semoga bisa menginspirasi kita semua untuk mencapai impian-impian di masa depan.
Itulah 4 hal yang pernah dialami seorang mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa pendidikan di luar negeri yang dapat kita jadikan pelajaran yang sangat berharga, mengikuti jejak seorang yang telah menjalani sebuah perjalanan dalam menempuh pendidikan di luar negeri adalah cara cerdas agar kitapun dapat menyusuri jalan tersebut dengan baik..

Informasi Terbaru

Back To Top