3 Aspek Penting Dalam Penilaian Untuk Mendapatkan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP‐LN) 2015

Info Kuipper School.
Bagi pelamar Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP‐LN) yang telah melamar dan kemudian mengajukan Persyaratan maka akan dimulai seleksi pemeriksaan kelengkapan dokumen, dan kemudian dilanjutkan dengan Tahap wawancara terhadap mereka yang telah memenuhi persyaratan administrasi.

Penting untuk kita ketahui bahwa wawancara akan dilakukan dalam Bahasa Inggris. Proses seleksi dilaksanakan oleh Tim Seleksi Beasiswa Luar Negeri yang dibentuk oleh Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti). 
Baca juga : Tata Cara Melamar Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP‐LN)Tahun 2015
Seleksi akan didasarkan kepada beberapa aspek, diantaranya adalah sebagai berikut: 
  1. Aspek Akademik. Para pelamar diharapkan telah mempunyai proposal penelitian (research proposal) di bidang yang akan ditekuni. Proposal penelitian ditulis dalam  bahasa Inggris. Kesiapan pelamar dalam melaksanakan penelitian, penguasaan dan kedalaman aspek yang akan diteliti, serta metodologi yang akan digunakan, akan menjadi pertimbangan utama dalam menilai kesiapan pelamar. 
  2. Aspek Bahasa. Kemampuan berbahasa Inggris yang baik, terutama jika akan belajar ke negara‐negara berbahasa Inggris, merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki pelamar BPP‐LN Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti). Jika akan belajar ke negara dengan bahasa pengantar bukan bahasa Inggris, maka pelamar tidak hanya harus menguasai bahasa Inggris, namun juga harus menunjukkan bahwa dirinya menguasai bahasa pengantar yang digunakan di negara tersebut. Kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya dari pelamar dinyatakan oleh sertifikat kemampuan berbahasa asing yang dikeluarkan oleh institusi yang kompeten. Contoh, untuk bahasa Inggris adalah nilai tes TOEFL (ITP, IBT atau CBT) atau IELTS. Untuk bahasa lainnya, ditunjukkan dengan hasil tes yang sejenis. Selain itu, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris juga dinilai ketika pelamar mengikuti wawancara dihadapan Tim Seleksi yang ditugaskan oleh Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti). 
  3. Aspek Sosial dan Keluarga. Persiapan pelamar untuk studi di luar negeri juga merupakan salah satu kriteria yang dinilai. Seberapa jauh calon mempersiapkan dirinya, bagaimana pelamar mempersiapkan dirinya untuk beradaptasi di negara asing yang berbeda bahasa, tradisi, budaya, serta motivasi diri dalam menyelesaikan studi. Kondisi keluarga, seperti seberapa besar kesiapan meninggalkan keluarga selama masa studi, akan menjadi pertimbangan dalam menilai kesiapan pelamar.

Informasi Terbaru

Back To Top