2 Instrumen Yang Harus Dikuasai Agar Lolos Program Beasiswa Luar Negeri

Info Kuipper School.
Mimpi untuk menempuh pendidikan di luar negeri melalui jalur beasiswa adalah salah satu cara yang banyak ditempuh para pelajar atau mahasiswa yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun patut diingat..!’ Untuk dapat mengikuti program beasiswa ke perguruan tinggi yang ada di daratan Eropa, Amerika dan juga daratan Asia, hal yang sangat mempengaruhi pertimbangan kelulusan selain Prestasi Akademik adalah dua kemampuan yang harus dikuasai yaitu; TOEFL dan GRE.
Baca juga: Besaran Tunjangan Dana Yang Diterima Bagi Keluarga Karya Siswa BPP-LN 2015
Berikut ini kami coba berbagi informasi untuk bekal para calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri dengan jalur beasiswa yang dipilih. Graduate Record Examination (GRE) dan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) adalah dua ujian penting bagi pelajar yang ingin meneruskan studi ke negara asing, khususnya Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Nilai GRE dan TOEFL juga menjadi dua syarat utama dalam berbagai program beasiswa.

GRE merupakan ujian yang akan memperlihatkan kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan sistem pendidikan yang umum dipakai di AS. Tes ini juga penting bagi para pelajar yang bersekolah di negara-negara berbahasa utama Inggris. Nilai GRE akan menjadi landasan berbagai kampus untuk menerima lamaran siswa di berbagai bidang ilmu yang mereka tawarkan.

GRE memiliki tiga bagian utama, Kuantitatif, Analitikal dan Verbal. Setiap bagian memiliki nilai maksimal 800 sehingga nilai total paling tinggi yang bisa Anda raih adalah 2.400. Biasanya, berbagai institusi pendidikan tidak hanya tertarik pada rerata nilai total tadi, tetapi juga nilai Anda pada tiga komponen tersebut. Demikian dilansir Scholarship Positions.

Seorang pelajar perlu meraih nilai minimal 165 pada bagian tes kuantitatif dan verbal serta minimal 4,5 di bagian kemampuan menulis. Selain itu, nilai TOEFL minimal yang harus dicapai seseorang adalah minimal 110 untuk dapat dipertimbangkan sebagai kandidat penerima beasiswa.
Baca juga: 3 Aspek Penting Dalam Penilaian Untuk Mendapatkan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri
Nilai GRE/GMAT dan TOEFL ikut menentukan penentuan beasiswa, meskipun bukan merupakan syarat mutlak satu-satunya. Pasalnya, kemampuan tiap orang berbeda-beda. Ada orang yang bagus di tes standar dunia, ada juga yang buruk.

Jika Anda memiliki rekam akademik yang baik namun nilai GRE rendah, maka nilai Anda lumayan dapat diterima. Memiliki nilai GRE rendah juga bukan berarti Anda tidak akan mendapatkan beasiswa. Tetapi, nilai baik pada GRE atau TOEFL meningkatkan peluang Anda dipilih dari sekian banyak kandidat.

Nilai GRE hanyalah salah satu komponen pendaftaran kuliah dan beasiswa. Ia bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesempatan Anda meraih bantuan biaya kuliah. Elemen lainnya juga berperan penting untuk membedakan aplikasi Anda dari lamaran orang lain. Anda juga harus mempertimbangkan performa akademik, surat rekomendasi, proposal studi dan sebagainya.

Bagaimanapun juga, nilai GRE sekira 2.100 poin dianggap baik. Dengan nilai ini, Anda akan mendapatkan kesempatan lebih banyak dalam mendapatkan bantuan finansial di kampus, tentu saja Anda juga harus menampilkan kualitas yang baik di berbagai kriteria lainnya.

Semoga dengan informasi singkat ini, dan kami yakin masih jauh dalam memenuhi harapan para pembaca dapat dimanfaatkan untuk bekal pengetahuan untuk mengikuti program beasiswa ke luar negeri. Selamat berjuang..!
Baca juga: 5 Tahapan Penting Penyaluran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP‐LN) 2015

Informasi Terbaru

Back To Top